Keberadaan
mahasiswa sebagai salah satu kekuatan politik dalam konteks bernegara/bangsa
sedikit banyak merupakan fenomena universal. Pada beberapa bangsa/Negara,
hampir setiap perubahan sosial besar yang terkait dengan kekuasaan, selalu
melibatkan peran mahasiswa. Begitu pula dengan pengalaman sejarah mahasiswa di
Indonesia, peran mahasiswa sebagai kekuatan politik sangat dirasakan.
Dapat
dikatakan, mahasiswa menjadi salah satu inisiator dan atau agen dalam diskursus
ide/ideologi gerakan-gerakan sebelum dan setelah kemerdekaan serta zaman Reformasi
di Republik Indonesia.
Mahasiswa
merupakan bagian dari kelompok bermasyarakat/sosial yang secara khusus mendapat
kesempatan mengikuti proses pendidikan formal di bangku kuliah perguruan
tinggi. Potensi bekal pengetahuan yang didapat lewat bangku kuliah atau
pendidikan tinggi ini, menyebabkan mahasiswa kerap dianggap sebagai salah satu
segmen/bagian penting dalam kelompok sosial masyarakat. Bahkan, ada yang
menyebutkan bahwa mahasiswa sebagai kelompok terpelajar intelektual atau
kelompok strategis.